Skin tag adalah tumor jinak kecil yang terbentuk terutama di area di mana kulit membentuk lipatan, seperti leher, ketiak, dan selangkangan. Skin tag juga dapat muncul di wajah, biasanya pada kelopak mata. Ukurannya biasanya sebesar sebutir beras, dengan permukaan yang halus dan lembut.
Prevalensi dilaporkan mencapai 46% pada populasi umum. Lesi ini juga lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pria. Jika diinginkan, pengangkatan dapat dilakukan oleh tenaga profesional terlatih dengan menggunakan kauterisasi, cryosurgery, eksisi, atau laser.
○ Diagnosis dan Pengobatan Prosedur ini dapat dilakukan di rumah sakit dengan laser untuk tujuan kosmetik.
A skin tag, or acrochordon, is a small benign tumor that forms primarily in areas where the skin forms creases , such as the neck, armpit and groin.
☆ Pada hasil Stiftung Warentest tahun 2022 dari Jerman, kepuasan konsumen terhadap ModelDerm hanya sedikit lebih rendah dibandingkan dengan konsultasi telemedis berbayar.
Skin tag (Tag kulit) — Tidak berbahaya.
Leher - Acrochordons. Jika terjadi di leher, sebagian besar berupa skin tag dan bukan kutil datar.
Umumnya terjadi pada ketiak. Biasanya terdapat kurang dari 5 lesi, namun sejumlah besar lesi mungkin muncul pada beberapa orang.
Skin tags adalah pertumbuhan kulit umum yang tampak seperti benjolan lembut dan menonjol pada kulit, dan biasanya merupakan tumor jinak. Penelitian menunjukkan bahwa hampir 50–60 % orang dewasa akan memiliki setidaknya satu skin tags dalam hidupnya, dan kemungkinannya meningkat setelah usia 40 tahun. Penting untuk dicatat bahwa skin tags lebih banyak terjadi pada individu yang mengalami obesitas, menderita diabetes, atau sindrom metabolik. Baik pria maupun wanita sama‑sama terkena dampaknya. Skin tags, also known as 'acrochordons,' are commonly seen cutaneous growths noticeable as soft excrescences of heaped up skin and are usually benign by nature. Estimates are that almost 50 to 60% of adults will develop at least one skin tag in their lifetime, with the probability of their occurrence increasing after the fourth decade of life. However, at the very outset, it should be noted that acrochordons occur more commonly in individuals suffering from obesity, diabetes, metabolic syndrome (MeTS), and in people with a family history of skin tags. Skin tags affect men and women equally.
Prevalensi dilaporkan mencapai 46% pada populasi umum. Lesi ini juga lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pria. Jika diinginkan, pengangkatan dapat dilakukan oleh tenaga profesional terlatih dengan menggunakan kauterisasi, cryosurgery, eksisi, atau laser.
○ Diagnosis dan Pengobatan
Prosedur ini dapat dilakukan di rumah sakit dengan laser untuk tujuan kosmetik.